A.
Latar Belakang Masalah
Pembelajaran
matematika di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membangun dasar
pemahaman konsep-konsep logis dan abstrak yang akan menjadi fondasi bagi
pembelajaran di jenjang yang lebih tinggi. Prihandoko (2006: 5)
mengemukakan tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah
memberikan bekal yang cukup bagi siswa untuk menghadapi materi-materi matematika
pada tingkat pendidikan lanjutan. Depdiknas (Prihandoko, 2006: 21)
menguraikan bahwa tujuan pembelajaran matematika adalah melatih dan
menumbuhkan cara berfikir sistematis, logis, kritis, kreatif, dan konsisten, serta
mengembangkan sikap gigih dan percaya diri dalam menyelesaikan masalah.
Salah
satu aspek esensial dalam matematika adalah geometri, khususnya bangun ruang sisi
datar, yang mencakup kubus, balok, prisma, dan limas. Konsep ini tidak hanya penting
untuk memahami bentuk dan struktur ruang, tetapi juga untuk mengembangkan
kemampuan berpikir kritis, visualisasi, dan pemecahan masalah.
Namun,
kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep bangun
ruang sisi datar masih sering menjadi tantangan. Berdasarkan observasi di
berbagai sekolah dasar, banyak siswa yang kesulitan membedakan sifat-sifat
bangun ruang, seperti jumlah sisi, rusuk, dan titik sudut. Hal ini disebabkan
oleh beberapa faktor, seperti pendekatan pembelajaran yang kurang variatif,
minimnya penggunaan media konkret, dan kurangnya relevansi materi dengan
konteks kehidupan sehari-hari.
Dalam
konteks Kurikulum Merdeka Belajar, pembelajaran matematika diharapkan lebih
menekankan pada pendekatan yang interaktif dan kontekstual. Oleh karena itu,
pengajaran bangun ruang sisi datar perlu dirancang sedemikian rupa agar mampu
memfasilitasi siswa untuk belajar secara aktif, memahami konsep secara
mendalam, dan mengaitkan materi dengan pengalaman nyata mereka. Dengan pendekatan
ini, diharapkan siswa tidak hanya mengenal bentuk dan rumus bangun ruang,
tetapi juga mampu mengaplikasikan konsep tersebut dalam berbagai situasi.
Makalah
ini disusun untuk mengkaji pentingnya pemahaman konsep bangun ruang sisi datar
dalam pembelajaran matematika di SD, serta menawarkan pendekatan pembelajaran
yang inovatif dan kontekstual. Kajian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi pada pengembangan metode pengajaran yang efektif, sehingga mampu
meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap geometri, khususnya bangun
ruang sisi datar.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah
tersebut, rumusan masalah
yang diajukan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana tingkat pemahaman siswa sekolah dasar
terhadap konsep bangun ruang sisi datar, termasuk sifat-sifatnya seperti jumlah
sisi, rusuk, dan titik sudut?
2.
Bagaimana pendekatan pembelajaran yang inovatif dan
kontekstual dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap bangun ruang sisi datar
di sekolah dasar?
C.
Tujuan
Berdasarkan rumusan
masalah di atas,
tujuan dari penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut:
1.
Untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa sekolah dasar
terhadap konsep bangun ruang sisi datar, termasuk sifat-sifatnya seperti jumlah
sisi, rusuk, dan titik sudut.
2.
Untuk
mengidentifikasi dan merekomendasikan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan
kontekstual dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap bangun ruang sisi datar
di sekolah dasar.